UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

Sunday, June 21, 2015

Beberapa Istilah Dalam Ilmu Lingkungan

  1. Green Industry
Adalah Program pengelolaan lingkungan di Industri yang mempunyai aspek lingkungan penting pada aktivitas, produk dan jasa perusahaan dan menimbulkan dampak lingkungan penting. Green Industry merupakan program “Environmental Improvement” yang dikembangkan oleh sentral sistem consulting dalam upaya mencegah pencemaran lingkungan serta melakukan perlindungan lingkungan bagi keseimbangan lingkungan saat ini dan masa yang akan datang. Program Green Industry akan sangat bermanfaat bagi kontribusi berbagai sektor industry terhadap keseimbangan lingkungan hidup. Keuntungan jangka menengah dan jangka panjang menjadi tolak ukur keerhasilan pengelolaan lingkungan di industri dengan ketersediaannya sumber daya alam, energi dan kualitas lingkungan berkesinambungan. 


  1. Renewable Energy
Disebut juga Energi Terbarukan yaitu merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, atau para pecinta alam menyebutnya Energi Bersih. Sehingga salah satu cara mengatasi perubahan iklim ini yakni dengan menghemat energi dan menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan.
Beberapa energi yang dapat diperbarui adalah sebagai berikut :
  1. Energi Matahari    : Energi Surya atau Matahari dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika di eksploitasi dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia saat ini dalam waktu yang lebih lama.
  2. Energi Angin    : Keuntungan dari Energi/Tenaga angin adalah berkurangnya emisi karbondioksida penyebab perubahan iklim. Tenaga ini juga bebas polusi yang sering diasosiasikan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan nuklir
  3. Panas Bumi        :Pembangkit listrik tenaga Panas Bumi atau PLTP hampir tidak menimbulkan polusi atau emisi gas rumah kaca. Tenaga ini juga tidak berisik dan dapat diandalkan.
  4. Tenaga Air        : Energi Air dapat digunakan sebagai media penggerak Turbin Air untuk menghasilkan Listrik.
 


  1. ISO 9001 ( Sistem Manajemen Mutu )
    Merupakan sertifikasi yang berorientasi pada layanan pelanggan dan standar manajemen mutu yang diadopsi pada tahun 2000 oleh International Organization for Standarization (ISO). Menurut standar ini, sebuah organisasi harus menunjukkan kemampuan untuk memenuhi atau melampaui kepuasan pelanggan dalam fungsi produk, kualitas, dan kinerja. Demikian pula, organisasi tersebut harus selalu menerapkan peraturan, standar industri, dan praktik terbaik mengenai proses produksi dan hasil. Singkatnya, standar ISO 9001 memastikan bahwa organisasi menawarkan produk – produk berkualitas sekaligus mendorong dan bertindak atas umpan balik pelanggan, pengguna akhir, dan badan pengatur. Sertifikasi bukanlah persyaratan kepatuhan, tetapi berfungsi untuk meyakinkan pelanggan bahwa suatu organisasi beroperasi sesuai standar yang ditetapkan.
Ketika diterapkan pada lingkungan bisnis ke bisnis, sertifikat ISO 9001 membantu menanamkan kepercayaan, terutama dalam situasi yang melibatkan hubungan bisnis baru atau joint venture.




  1. OHSAS 18001 ( Occupational Health and Safety Assesment Series – 18001 )
OHSAS merupakan standar Internasional untuk penerapan Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja atau biasa disebut Manajemen K3. Tujuan dari OHSAS 18001 ini sendiri tidak jauh berbeda dengan tujuan dari Sistem Manajemen K3 Permenaker, yaitu Perlindungan terhadap para pekerja dari hal – hal yang tidak diinginkan yang timbul dari lingkungan kerja ataupun aktifitas pekerjaan itu sendiri yang berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan para pekerja serta upaya tidak menimbulkan kerugian besar yang diakibatkan dari kecelakaan kerja yang bisa menjadikan citra buruk perusahaan dan bisa menurunkan image perusahaan. Seperti diketahui, banyak industri ataupun jasa yang prosesnya berdampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya, Oleh karenanya dibutuhkan Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja – Manajemen K3 sehingga ada jaminan bagi para pekerjanya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perusahaan Oil dan Gas mewajibkan semua mitranya minimal harus mengimplementasikan sistem Manajemen K3 atau biasa disebut dengan CSMS ( Contractor Safety Managemen System ) serta untuk bisa mengikuti tender syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3LL.

 


  1. Ekolabel
Adalah salah satu gagasan metode penyampaian informasi dari produk kepada konsumen yang akurat “verifiable” dan tidak menyesatkan, terutama yang terkait dengan aspek lingkungan dari produk yang dihasilkan, material yang digunakan maupun kemasannya. Alasan yang menjadi dasar penyampaian informasi tersebut adalah bertujuan untuk mendorong permintaan dan penawaran produk yang dihasilkan ramah terhadap lingkungan sehingga dapat mendiring perbaikan lingkungan yang berkelanjutan.
Penyampaian informasi berupa ecolabel dapat dinyatakan dalam suatu simbol, label atau keterangan pernyataan yang terdapat pada produk kemasannya, dapat juga disampaikan pada informasi produk, bulletin, iklan, publikasi, pemasaran baik melalui media cetak maupun internet. Ekolabel dapat berfungsi untuk pemilihan produk – produk konsumen yang lebih memilih dampak lingkungan lebih kecil dibanding produk lainnya yang sejenis. Disamping itu, inovasi industri yang berwawasan lingkungan dapat timbul dari penerapan ekolabel oleh para stake holder.
Sementara itu di tinjau dari sudut pandang konsumen, ekolabel merupakan informasi mengenai dampak lingkungan dari produk yang akan digunakannya. Sehingga dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengambil peran serta dalam penerapan ekolabel melalui cara penyampaian masukan bagi pemilihan kategori produk dan criteria ekolabel. Disamping itu, ekolabel mampu mendorong tingkat kepedulian dan kesadaran konsumen bahwa dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan jenis produk tidak hanya ditentukan oleh faktor harga dan kualitas saja, tetapi juga didasarkan pada faktor lainnya yaitu dampak lingkungannya. Indikator keberhasilan ekolabel dapat diketahui dari adanya tindakan perbaikan kualitas lingkungan yang terkait dengan kegiatan proses produksi yang didukung oleh seluruh komponen pelaku industrinya baik pengusaha, importer, distributor, pemerintah, masyarakat dan lain sebagainya.


  1. Proper ( Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup )
Proper Merupakan salah satu Upaya yang dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup ( KLH ) untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. Adapun dasar hukum pelaksanaan proper dituangkan dalam keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No : 127 Tahun 2002 Tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam pengelolaan Lingkungan ( PROPER ).
Prinsip dasar dari pelaksanaan proper adalah mendorong penataan perusahaan dalam penglolaan lingkungan melalui instrument Ipsentif reputasi/citra bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang baik dan  disinsentif reputasi/citra bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang buruk.
Berikut Merupakan Peringkat Warna dalam Proper :

 

Saturday, June 20, 2015

Kebutuhan Psikologi

Pengetahuan Lingkungan Industri )
  1. Pengertian Psikologi
Psikologi adalah Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya.
  1. Sub Bidang Psikologi
Karena luasnya objek yang dipelajari dalam psikologis, maka dalam perkembangannya Ilmu Psikologi dikelompokkan dalam beberapa bidang yaitu :

  1. Psikologi Lingkungan
Ilmu yang mempelajari perilaku manusia berdasarkan pengaruh dari lingkungan hidupnya.


  1. Psikologi Perkembangan   
Ilmu yang mempelajari tingkah laku yang terdapat pada tiap – tiap tahap perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupannya.

  1. Psikologi Pendidikan   
Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam situasi pendidikan


  1. Psikologi Sosial       
Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya.


  1. Psikologi Industri       
Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang muncul dalam dunia industri dan organisasi.


  1. Psikologi Klinis   
Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak sehat, normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikisnya.


  1. Beberapa Kebutuhan Psikolgis

  1. Kebutuhan Jasmani
        
Merupakan kebutuhan yang vital, yang akan menjamin keberadaan individu dalam kelangsungan hidupnya dan merupakan kebutuhan yang menjadi prioritas utama.


  1. Kebutuhan Akan Rasa Aman       
Manusia merasa takut kepada hal – hal yang tidak diketahuinya, sehingga membutuhkan orang lain yang bisa melindunginya, hal ini bisa diperingankan dengan meningkatkan ketakwaan kepada tuhan.


  1. Kebutuhan Akan Cinta
       
Manusia membutuhkan cinta dari orang lain. Ia akan merasa bahagia bila orang yang dicintainya mendekat, begitu juga cinta kepada Tuhan.


  1. Kebutuhan Akan Keberhasilan dan Keinginan untuk Unggul
Kebutuhan manusia akan keberhasilan dalam melaksanakan suatu pekerjaan akan memotivasinya untuk menambah ilmu, merasa percaya diri dan berani menghadapi masalah baru. Manusia akan memaksimalkan usahanya sehingga hasil yang ia raih lebih baik dari orang lain. Dengan tujuan mendapatkan penghargaan dan pengakuan atas keunggulan dari orang lain.


  1. Kebutuhan akan Afiliasi       
Biasanya manusia bekerja demi kemaslahatan kelompok yang menjadi tempat bersandarnya. Dimana individu menjadi bagian dari semuanya dan perannya sangat vital untuk kesuksesan pekerjaan.

  1. Kebutuhan Akan Motivasi
Manusia senang mencari suatu ketenangan dan ketentraman tetapi setelah beberapa saat ia akan merasa bosan dan berusaha mencari objek yang membuatnya sibuk. Tanpa motivasi, seseorang akan merasa kehampaan sehingga tidak bisa hidup dalam kesendiriannya tanpa melakukan sesuatupun


  1. Kebutuhan Akan kebebasan   
   
Manusia membutuhkan kebebasan dalam mengungkapkan segala pemikirannya. Mengekang kebebasan akan menyebabkan hidup menjadi pasif dalam pergaulan dengan orang lain. Tidak dibenarkan dengan memaksakan kepadanya beberapa keputusan penting dan harus dilakukannya, terkecuali bila ia merasa puas.


  1. Kebutuhan akan koreksi   
   
Manusia butuh koreksi dan arahan yang tidak merintangi kebebasan. Pendidikan bertujuan menjadikan koreksi internal bukan eksternal. Bila koreksi ini terjadi antar manusia, maka keadaan individu dan kelompok akan menjadi baik, sedikit sekali kejahatan, kebaikan dan ketaatan bertambah, meskipun sedang sendirian.

  1. Kebutuhan Akan Penghargaan   
Manusia akan mencurahkan segala kemampuan dan usahanya agar dihargai oleh orang lain, sehingga ia merasa berharga, mempunyai kedudukan tinggi. Penghargaan ini diwujudkan dengan bentuk pemberian balasan manusia dan sanjungannya. Tidak terpenuhinya kebutuhan ini akan menimbulkan perasaan rendah diri dan mencela diri sendiri.


  1. Kebutuhan Akan Pengetahuan   
   
Yakni kebutuhan akan pemahaman, bertambahnya ilmu, memperdalam pengetahuan, merumuskan permasalahan dan memecahkannya. Bertambahnya ilmu ada hubungannya dengan kesinambungan dalam segala hal, juga berkaitan dengan perilaku yang baik dan kemampuan dalam memecahkan masalah.


  1. Pengaruh Psikologi Manusia Terhadap Lingkungan
Secara tidak kita sadari, selama ini psikologi ternyata sangat berpengaruh bagi proses kelestarian Alam. Kenapa denmikan, karena psikologi atau mindset manusia menentukan suatu kehendak apakah dia mempunyai keinginan untuk menjaga lingkungan atau tidak. Dan lingkungan pun sangan berpengaruh bagi perkembangan psikologi manusia, misalkan seseorang yang besar di daerah pegunungan akan berbeda sifatnya dengan orang yang hidup di sekitar pantai. Ini menujukkan bahwa psikologi seseorang ditentukan juga oleh lingkungan dia Tinggal.
Jika seseorang memiliki psikologi yang baik, maka diapun akan memberikan manfaat yang baik terhadap lingkungan tempat dia tinggal, contoh membuang sampah pada tempatnya. Sedangkan jika Psikologi manusianya itu buruk, maka secara tidak langsung akan membawa dampak burung bagi orang lain dan juga lingkungannya.


  1. Beberapa Hal Yang Membedakan Perilaku Manusia

  1. Cara Berfikir   
Setiap manusia memiliki cara berfikir yang berbeda – beda sehingga pandangan tentang lingkunganpun akan berbeda pula. Ada yang memandang lingkungan itu sangat penting bagi dirinya dan ada pula yang acuh  tidak mau memberikan kontribusi yang baik terhadap lingkungan karena dia fikir sudah ada orang yang mengurusnya.


  1. Kebutuhan       
Setiap Manusia mempunyai kebutuhan, misalkan seorang nelayan dia membutuhkan penghasilan yang lebih dari menjaring ikan, tetapi dengan cara tradisional seperti itu kemungkinan hasil yang didapatkannya pun tidak akan banyak, sehingga dia memilih untuk menggunakan cara lain seperti pengeboman yang dampaknya dapat merusak lingkungan laut ( Ikan, Terumbu karang dan sebagainya ). Meskipun dia tahu itu salah tetapi karena faktor kebutuhan, mau tidak mau dia harus melakukannya.


  1. Rekasi Affectif yang berbeda – beda
Setiap manusia memiliki reaksi terhadap suatu hal yang dialaminya secara berbeda – beda. Ada yang bisa memberikan timbal balik yang positif, negatif dan netral. 

  1. Faktor Lingkungan       
Faktor lingkungan sangat mempengaruhi berbedanya perilaku dan sifat setiap orang. Karena Lingkungan merupakan tempat manusia berkembang dan menyerap semua hal yang dia rasakan dan dia alami. Jika dia bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk, maka dia akan tahu hal yang harus dia lakukan terhadap lingkungan itu seperti apa.

Sunday, June 7, 2015


SUMBER DAYA BERKELANJUTAN
“ KOMPETENSI DAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA”

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kebutuhan dasar manusia merupakan fokus dalam asuhan keperawatan. Bagi pasien yang mengalami gangguan kesehatan, maka kemungkinan ada satu atau beberapa kebutuhan dasar pasien yang akan terganggu. Kebutuhan dasar manusia dibagi menjadi kebutuhan fisik, psikologis dan sosial. Kebutuhan fisik harus dipenuhi lebih dahulu karena merupakan kebutuhan yang terbesar meliputi nutrisi, istirahat, oksigen, eliminasi, kegiatan seksual, oleh karena itu perawat harus memiliki kemampuan dan pengetahuan cara pemenuhan kebutuhan dasar manusia, dengan memantau dan mengikuti perkembangan kemampuan pasien dalam melaksanakan aktifitas kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan dasar terutama pasien imobilisasi.
Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang tentunyabertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Potter dan Patricia, 1997). Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupuan psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.
Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam teori Hirarki. Dalam mengaplikasikan kebutuhan dasar manusia (KDM) yang dapat digunakan untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar manusia pada saat memberikan perawatan. Beberapa kebutuhan manusia tertentu lebih mendasar dari pada kebutuhan lainnya. Oleh karena itu beberapa kebutuhan harus dipenuhi sebelum kebutuhan lainnya. Kebutuhan dasar manusia seperti makan ,air, keamanan dan cinta merupakan hal yang penting bagi manusia.
Dalam mengaplikasikan kebutuhan dasar manusia tersebut dapat digunakan untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar manusia dalam mengaplikasikan ilmu keperawatan di dunia kesehatan. walaupun setiap orang mempunyai sifat tambahan, kebutuhan yang unik, setiap orang mempunyai kebutuhan dasar manusia yang sama. Besarnya kebutuhan dasar yang terpenuhi menentukan tingkat kesehatan dan posisi pada rentang sehat-sakit.
Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut maslow adalah sebuah teori yang dapat digunakan perawat untuk memahami hunbungan antara kebutuhan dasar manusia pada saat memberikan perawatan. Menurut teori ini, beberapa kebutuhan manusia tertentu lebih dari pada kebutuhan lainnya; oleh karena itu, beberapa kebutuhan harus dipenuhi sebelum kebutuhan yang lain. Misalnya, orang yang lapar akan lebih mencari makanan daripada melakukan aktivitas untuk meningkatkan harga diri.

BAB II
PEMBAHASAN
KOMPETENSI DAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

1. Kompetensi dan Profil Dasar Penduduk
Kompetensi adalah keyakinan diri akan kemampuan dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan. Kompetensi suatu masyarakat sangat tergantung pada cara berfikir yang diwujudkan oleh segenap individu sebagai keseluruhan sumber daya manusia.kompetensi dasar dan kebutuhan dasar manusia adalah dua sisi yang saling menentukan. Berdasarkan kompetensinya itulah manusia menentukan kebutuhan dasarnya.
· Tingkat Kompetensi atau kemampuan manusia secara terpadu untuk melaksanakan kegiatan dan prilakunya bagi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan diri dan sesamanya.
· Tingkat Pendapatan
· Tingkat Peluang dan Kesempatan
· Tingkat Keadilan
· Tingkat Ketentraman dan Kerawanan Sosial dan Fisik
· Tingkat Pendidikan

2. Kebutuhan Dasar
Sebagaimana diungkapkan oleh Maslow 1970 manusia adalah makhluk yang cukup unik dalam kebutuhan dasar hidupnya. Kalau makhluk hidup diluar manusia kebutuhan dasar mereka lebih utama kebutuhan fisiologi untuk bertahan hidup, walaupun sebagai pelengkapan kebutuhan mereka juga memiliki naluri fisik keamanan eksistensinya. Jadi kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki dapat dikelompokkan sebagai kebutuhan fisiologi, fisik dan fsikologi, dan pemenuhan akan kebutuhannya ini merupakan kewajiban dan hak asasi setiap orang. Kondisi fisiologi adalah terpenuhinya pangan bagi masyarakat yang dikenal dengan istilah ketahanan pangan, disamping kebutuhan fisiologi akan air dan udara, khususnya oksigen. Ketahanan pangan itu merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan fisiologi bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan, air dan udara yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau.

3. Kebutuhan Fisiologi
3.1 Keamanan dan ketahanan pangan

Dari kebutuhan fisiologi tersebut terlihat bahwa keamanan pangan merupakan kriteris penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh disamping ketersediaan pangan keterjangkauan pangan penerimaan pangan. Keamanan pangan itu sendiri diartikan sebagai kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan kerusakan, pencemaran biologi, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

3.2 Lingkungan dan keamanan pangan
Dari dampak lingkungan yang buruk itulah maka pangan akan tercemar oleh bahaya hayati seperti cemaran bakteri pathogen, bahaya kimia seperti cemaran bahan-bahan kimia berbahaya, dan bahaya fisik seperti pecahan gelas, logam dan benda-benda asing lainnya. Pada dasarnya pangan yang kita makan selain untuk memenuhi kebutuhan tubuh karena lapar tetapi juga yang penting adalah karena zat melalui gizinya digunakan oleh tubuh untuk membangun tubuh dan mempertahankan kehidupan. Pangan yang masuk kedalam tubuh akan dicerna zat gizinya diserap dan digunakan dalam metabolisme didalam tubuh. Oleh karena itu jelas bahwa keamanan pangan sangat erat kaitannya dan berpengaruh terhadap status gizi masyarakat pada khususnya dan terhadap perkembangan sumber daya manusia pada umumnya.

3.3 Kasus keracunan pangan
Masalah keamanan pangan berupa keracunan karena pangan masih banyak terjadi di Indonesia, kasus-kasus keracunan atau penyakit karena pangan sering dilaporkan oleh media massa yang pada umumnya terjadi karena penanganan pangan yang salah di sektor idustri jasa boga non formal. Persentase terbesar dari kasus keracunan karena pangan diatas banyak bersumber dari kasus dirumah tangga sebesar 46,7%, di ikuti oleh kasus perusahaan jasa boga atau catering sebesar 22,4%, pangan olahan sebesar 15,1%, dan pangan jajanan sebesar 14,5%. Disamping itu masih ada yang tidak dilaporkan sebesar 1,3%. Umumnya cemaran mikroba karena kondisi lingkungan yang buruk menjadi penyebab, yaitu terjadinya kontaminasi silang dari lingkungan yang kotor ke pangan yang sudah di masak.

3.4 Cemaran Bahan Kimia
Penurunan tingkat keamanan pangan selain karena cemaran bakteri patogen, juga sering terjadi karena bahan kimia dari lingkungan. Cemaran bahan kimia yang berasal dari kegiatan manusia seperti kegiatan undustri dapat tersebar melalui udara , atau melalui air dan tanah ke dalam ikan, tanaman atau hewan. Penyebab utama pencemaran pada pangan adalah udara, air atau tanah yang tercemar oleh bahan-bahan kimia. Emisi dari industri dan knalpot kendaraan adalah pencemaran udara yang umum terjadi. Timbal (pb) adalah cemaran kimia yang berasal dari udara yang kemudian menempel dan kemudian diserap kedalam tanaman pangan maupun sayuran dan buah-buahan. Timbal dari limbah industri yang dibuang ke perairan sering masuk kedalam tubuh ikan, kemudian ikannya dikonsumsi. Merkuri (Hg) yang berasal dari pertambangan emas tanpa izin juga dapat masuk ke dalam bahan pangan.
Contoh keracunan pangan karena bahan kimia adalah kasus keracunan yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1985. Sebanyak 1.375 orang mengalami keracunan karena makan semangka yang ditanam pada tanah yang diperlakukan dengan pestisida aldicarb. Ada beberapa lagi cemaran bahan kimia yang menyebabkan pangan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi, antara lain misalnya pencemaran oleh kadmium (Cd), PCBs (polychlorinated biphenyls), aflatoksin, pestisida organokhlor dan pestisida organosfor.
3.5 Badan Pengawasan Obat dan Makanan
BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan) yang dulu berada sebagai bagian dari kementrian Kesehatan, pada saat ini merupakan badan otonom yang mengatur dan mengawasi kebutuhan dasar masyarakat akan makanan, obat-obatan termasuk komplemen makanan (vitamin, mineral dan sebagainya) serta kosmetik.
Dalam BPOM terdapat Deputi Ketua Pengawasan Obat, termasuk produk komplemen dan kosmetik.
BPOM menerbitkan buletin yang disebut Food Watch berbagai panflet. Dari data surveillance tentang food safety diperoleh kenyataan bahwa pada tahun 2004 terjadi 153 kasus pencemaran makanan yang menimpa siswa SD, SMP, SMA dan universitas. Untuk itu telah dicatat 1.067 data keracunan yang menimpa murid SD dan SMP dan ada seorang yang meninggal. Keracunan makanan pada siswa itu umumnya karena kurangnya pengawasan atas pedagang keliling yang menjual makanan atau minuman.
Dalam pengawasan obat, kosmetik dan produk komplemen telah dilakukan evaluasi tentang produksi, distribusi dan pelayanan obat. Pada tahun 2005 di sejumlah pemeriksaan terhadap industri farmasi terdapat 48 % sarana yang tidak memenuhi ketentuan.
UNEP/ FAO/WHO Food Contamination Monitoring Programme (GEMS/Food) aktif sekali memantau pencemaran pangan oleh bahan kimia dan menjelaskan bahaya dari pencemaran pangan. Tujuan dari pemantauan ini antara lain untuk mengetahui seberapa jauh manusia dan lingkungannya terpapar oleh cemaran berbahaya baik bahaya biologi maupun bahaya kimiawi.

3.6 Upaya Meningkatkan Keamanan Pangan
Dari segi pengawasan ada dua cara utama yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan pangan, yaitu upaya pencegahan dan upaya penindakan secara hukum. Upaya untuk selalu meningkatakan kepedulian akan lingkungan sebagaimana diuraikan diatas adalah salah satu upaya pencegahan agar masalah keamanan pangan dapat ditangani. Seharusnya upaya pencegahan ini menjadi prioritas awal dan utama dalam pengawasan keamanan pangan. Diharapkan dengan upaya ini budaya untuk menghasilkan bahan maupun rpoduk pangan yang aman akan berkembang. Upaya melalui penindakan secara hukum tetap harus dilakukan karena jika terjadi pelanggaran-pelanggaran atas peraturan dan perundang-undngan yang berlaku.

3.7 Tindakan Prefentif
Makanan yang sehat sangat diperlukan bagi keshatan kita sejak dini. Misalnya sinar ultraviolet yang menybabkan kerusakan mata, terutama pada bayi dan anak karena sinar ultraviolet. Pada bayi dan anak keruskaan lensa mata ini dapat diminimalkan oleh lutein yang tidak sintesis dalam tubuh, tetapi dapat diperoleh dari makanan seperti kuning telur, jagung, melon, cabai, dan sayuran hijau. Lutein ini berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi retina terhadap sinar ultraviolet. Lutein juga terdapat pada ais susu ibu (ASI) yang berperan pada perkembangan sel otak depan.

3.8 Tindakan Represif
Kebutuhan dasar fisiologi tersebut diatas untuk memperoleh kesehatan fisik, masih dapat diperkuat dengan ditopang oleh latihan fisik seperti olahraga , yoga, pijat refleksi dan sebagainya. Indonesia dikenal sebagai negara tropika kaya raya, tetapi ironi adanya angka kemsikinan masyarakat yang cukup bermakna. Dalam keadaan demikian, ketahan fisiologi pangan akan sulit dicapai, sehingga derajat kesehatannya pun akan menurun , dan risiko sakit akan membutuhkan keseimbangan kembali untuk mendapatkan status kesehatan. Untuk itu diperlukan tindakan represif. Oleh karena ituu diperlukan kompetensi atau keterampilan profesi kedokteran. Berbagai keadaan sakit akan memerlukan pendekatan berbagai cabang kedokteran, serta pelayanan kedokteran dilengkapi dengan pelayanan rumah sakit sebagai pelayan represif (pengobatan).
Jadi kecukupan pangan yang tidak tercapai itu perlu diatasi dengan berbagai cara :
1. Dengan berbagai suplemen , seperti A,B,C,D,E dan sebagainya. Juga dengan suplemen seperti minyak ikan, omega 3, 6, 9 , bawang putih dan lain-lainnya.
2. Dengan minum jamu yang berfungsi ganda. Selain buat obat jamu juga berfungsi sebagai suplemen dalam gizi sehari-hari.
3. Akhirnya kalau benar jatuh sakit akan diperlukan obat, diperlukan profesi farmakologi (ilmu tentang obat-obatan). Jadi berbagai obat seperti amoxyline, streptomycine, penniciline, imodium, dan sebagainya adalah preparat yang berfungsi sebagai obat.

Dalam perkembangan ilmu kesehatan dan ilmu kedokteran juga timbul perkembangan yang cukup dinamik . dalam ilmu kedokteran dimulai dengan berkembangnya community medicine (pengobatan masyarakat) , yang disusul adanya community health ( kesehatan masyarakat). Belakangan dibeberapa perguruan tinggii ada gejala penyatuan keduanya dalam salah satu lembaga pendidikan kesehatan : kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan dan kedokteran.

4. Kebutuhan Fisik
Kebutuhan fisik terdiri atas keamanan dan ketentraman sosial

4.1 Perlindungan
Manusia memerlukan perlindungan fisik, berupa perumahan yang aman untuk dihuni, bebas dari keadaan atau tatanan alam yang dapat menimbulkan risiko seperti gempa bumi, aman dari letusan merapi,banjir dan sebagainya.
Perbedaan antara kecukupan dalam kehidupan juga mengakibatkan perbedaan mutu rumah sebagai perlindungan keluaraga. Pada umumnya rumah di desa keadaannya sederhana tapi cukup untuk keperluan perlindungan diri beserta keluarga. Sedangkan di kota menunjukkan kesenjangan cukup bermakna antara rumah kampung yang miskin disela-sela rumah mewah dan bertingkat.
4.2 Ketentraman
Ketentraman sosial adalah perlindungan dari kericuhan yang ditimbulkan oleh manusia seperti pencurian, perampokan, teror dan huru hara lainnya. Perlindungan terhadap gangguan manusia diharapkan diperoleh dari ketentraman yang dijamin dengan hukum dan peraturan perundang-undangan buatan manusia. Akhirnya ketentraman masyarakat ini juga harus mengacu pada hukum kosmos dari tatanan alam.
Ketentraman lahir sangat mempengaruhi ketentraman batin. Pada umumnya untuk hidup di kota dituntu ketahanan diri yang kuat untuk menghadapi tantangan ketentraman lahir dan batin.

5. Kebutuhan Psikologi
Kebutuhan dasar manusia dan keberadaannya dalam lingkungan hidup juga menimbulkan masalah sikap kejiwaannya. Untuk itu dikenal psikologi lingkungan (Bonnes & Secchiaroli 1995; Sarwono 1992).
Sikap dan perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh perilaku ruang (spatial behavior). Hal ini mungkin sekali akan menimbulkan ketegangan lingkungan, misalnya keadaan reuang yang akan memicu kejiwaan seseorang , sifat cahaya dan suhu.Jadi pada dasarnya pengaruh lingkungan terhadap kejiwaan seseorang dapat bersifat internal, eksternal, maupun transendental
5.1 Faktor Internal
Faktor internal yang memperngaruhi seseorang dapat berbeda-beda. Dalam kehadiran seseorang dalam lingkungan hal itu sangat tergantung pada :
1. Jati diri yang merupakan refleksi dari egoisme seseorang.
2. Empati yakni kemampuan untuk mengenal dan memahami perasaan oranglain dalam sistem sosial dimana dia berada.
3. Altruisme yakni sikap dan perilaku untuk berusaha menolong oranglain.
5.2 Faktor eksternal

Dalam kehidupan bermasyarakat, kita juga akan sangat mendapatkan pengaruh eksternal, yakni faktor perilaku kepedulian sesama dan kehormatan.
1. Kepedulian, faktor diperhitungkan keberadaan kita.
2. Kehormatan , mulai dari self-esteem, kehormatan diri diantara sesamanya.
5.3 Faktor transendental
Tuhan yang menciptakan kita berada dimana kita berada yang selalu merasa dekat dengan-Nya, tetapi tidak sama dengan tuhan, karena hubungan kita dengan Tuhan adalah transendental.

6. Benda dengan Segenap Makna Fisik dan Kimiawi
Dalam menelaah segala ciptaan di Bumi dan sekitarna inio perlu dipahami bahwa segenap pengada, baik yang ragawi maupun insani pada dasarnya sekaligus memperlihatkan sifat fisik dan kimiawi.
Misalnya 02 (oksigen) dan CO2 (karbondioksida) keduanya dikenal sebagai bahan kimia, tetapi keberadaannya sebagai gas, baik gas oksigen maupun gas karbondioksida merupakan benda secara fisik. Contoh lain adalah H2O yang dikenal sebagai benda dengan rumus kimiawi, tetapi keberadaan di alam sebagai air. Proses yang dialami oleh air pun keberadaannya dapat bersifat fisik, misalnya kalau gula yang manis dilarutkan dalam air, rasa yang manis dengan tambahan air berubah sifat fisiknya menjadi kurang atau tidak manis.
Dalam tubuh makhluk hidup , termasuk manusia perwujudnannya memang fisik sebagai pengada insani lain, tetapi dalam kehidupannya segala proses yang terjadi bersifat fisik maupun kimia, akrena itu dalam metabolisme disebut proses fisika-kimia.

6.1 Pendekatan strategik pengelolaan kimia
Dalam mengembangkan kerja sama internasional tentang penyelamatan penggunaan bahan kimia diharapkan agar World Customs Organization (WCO) ikut mengatur dan mengawasi peredaran lalu lintas bahan kimia antarnegara.

6.2 Tim koordinasi pengelolaan bahan kimia secara strategik
Sebagai tindak lanjut komitmen Pemerintaah Indonesia sejak tahun 1997 telah dibentuk Tim Teknis Pengelolaan Bahan Kimia Terpadu yang terdiri atas wakil lintas sektor dengan Kementrian Lingkungan Hidup sebagai leading sektor dengan dibantu oleh Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).sektor yang terkait didalam tim tersebut adalah Komisi Pestisida, Kerja sama BATAN-Depkes, Badan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Komisi AMDAL (baca: Komisi Kelayakan Pembangunan), Forum Koordinasi Manajemen Kimia Terpadu, dan berbagai badan lain yang dalam pembentukan sebagai Pusat Pengendalian Keracunan/Pusat Informasi Keracunan.

BAB III

PENUTUP
Kesimpulan
Kompetensi suatu masyarakat sangat tergantung pada cara berfikir yang diwujudkan oleh segenap individu sebagai keseluruhan sumber daya manusia.kompetensi dasar dan kebutuhan dasar manusia adalah dua sisi yang saling menentukan.
Jadi kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki dapat dikelompokkan sebagai kebutuhan fisiologi, fisik dan fsikologi, dan pemenuhan akan kebutuhannya ini merupakan kewajiban dan hak asasi setiap orang.
Dari kebutuhan fisiologi tersebut terlihat bahwa keamanan pangan merupakan kriteris penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh disamping ketersediaan pangan keterjangkauan pangan penerimaan pangan.